<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315</id><updated>2011-08-30T23:09:23.413+07:00</updated><title type='text'>Cahaya Iman Pelunak Hati</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-3867086229244278936</id><published>2010-12-03T15:13:00.003+07:00</published><updated>2010-12-03T15:26:50.130+07:00</updated><title type='text'>kenapa harus aku?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q0i-yKy-5SY/TPinQv2aBGI/AAAAAAAAAKU/Hf65CHJpZoU/s1600/pedang.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q0i-yKy-5SY/TPinQv2aBGI/AAAAAAAAAKU/Hf65CHJpZoU/s400/pedang.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546366847271175266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pertanyaan yang sebenarnya membutuhkan jawaban. tetapi satu pertanyaan 'kenapa harus aku' senantiasa bergelayut dalam urat nadi hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa harus aku?&lt;br /&gt;ketika semua terlahir sempurna, maka kenapa aku harus menanggung beban disebabkan ada cacat bawaan. kenapa pula harus sebagai manusia aku terlahir. Menjadi hewan atau pepohonan tidak perlu harus menanggung malu jika tubuh ini mengalami kekurangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa harus aku?&lt;br /&gt;jika semua orang memiliki tanggung jawab, maka kenapa tanggung jawab itu menimpaku karena aku seorang laki-laki dan anak sulung? sehingga apa yang menjadi urusan keluarga, kenapa pula aku yang harus 'mempertangungjawabkannya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa harus aku?&lt;br /&gt;ketika kebodohan tak dapat menyangkal semua tuntutan, kenapa harus aku yang mengalaminya menjadi pribadi yang tidak pernah lulus dari sebuah bangku pendidikan. belum lagi kemiskinan menghantarkan diriku dalam kubangan hitam di pojok kota yang nestapa. pekerjaan yang hanya memungut sampah dari tong satu ke tong yang lain, yang berujung di tempat pembuangan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa harus aku?&lt;br /&gt;kenapa harus aku?&lt;br /&gt;kenapa harus aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku adalah sejarah yang tertulis dalam lembaran sejarah orang tua dan keluargaku.&lt;br /&gt;aku adalah manusia yang dilahirkan dengan segala pengorbanan dari seorang ibu dan Bapak yang di dalamnya meskipun harus berpeluh tetap berdoa untukku agar aku menjadi anak yang sholih.&lt;br /&gt;aku adalah hamba Tuhan yang memang dengan posisiku harus mau berbagi kebahagiaan dengan orang lain, apatah lagi keluargaku, meski aku harus menanggungnya dengan segala kenistaan.&lt;br /&gt;karena aku adalah aku, yang lahir di dunia bukan karena kebetulan, tetapi Allah telah mengirimku untuk melakukan kebaikan, meski hanya dengan memungut sampah di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;aku adalah aku, kenapa harus aku, karena aku adalah pelaku sejarah untuk duniaku saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-3867086229244278936?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/3867086229244278936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/12/kenapa-harus-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/3867086229244278936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/3867086229244278936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/12/kenapa-harus-aku.html' title='kenapa harus aku?'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q0i-yKy-5SY/TPinQv2aBGI/AAAAAAAAAKU/Hf65CHJpZoU/s72-c/pedang.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-52422857577387565</id><published>2010-06-07T07:44:00.000+07:00</published><updated>2010-06-07T07:44:57.512+07:00</updated><title type='text'>janganlah sombong</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/TAxA49med9I/AAAAAAAAAIQ/1ww-r8qGKNU/s1600/sombong1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/TAxA49med9I/AAAAAAAAAIQ/1ww-r8qGKNU/s320/sombong1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sombong, ujub,  takabbur, merasa bahwa dirinya memiliki kelebihan,  keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan dari orang lain, adalah masalah  yang sangat serius. Kita harus berhati-hati dengan persoalan ini. Sebab  kesombongan inilah yang menyebabkan setan terusir dari surga dan  kemudian dikutuk oleh Allah selamanya. Hadirnya rasa takabbur sangat  halus sekali, karena itu banyak orang merasa telah tawadhu (rendah hati)  padahal tanpa disadarinya, di mata orang lain dia sedang menunjukkan  sikap takabburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Dan (ingatlah) ketika Kami  berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka  sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia  termasuk golongan orang-orang yang kafir”   (Q.S. Al Baqarah [2] : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT melarang kita untuk sombong: Perhatikan firman-Nya berikut  ini: ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong,  karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan  sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al Israa’ [17]  :37)&lt;br /&gt;Dan Allah SWT tidak suka pada orang-orang yang sombong, &lt;br /&gt;perhatikan juga firman-Nya berikut ini: ”Dan janganlah kamu memalingkan  mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka  bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang  sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman [31] :18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya orang sering sombong karena kekuasaan, jabatan, kepintaran,  kekayaan, ketenarannya, dll. Padahal kekuasaan, jabatan,  kepintaran,kekayaan, ketenaran yang dimiliki, pada hakikatnya hanyalah  ujian yang Allah SWT berikan pada kita, apakah dengan nikmat ujian-Nya  itu kita bersyukur, menjadi hamba yang tawadhu (rendah hati) atau malah  menjadikan kita sombong.&lt;br /&gt;Tentang sikap takabbur ini Rasulullah SAW bersabda: Tidak akan masuk  surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat debu.  (HR Muslim). Allah benar-benar mengharamkan surga untuk dimasuki  orang-orang takabbur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita tanyakan pada diri kita, pantaskah sebenarnya orang bersikap  sombong merasa dirinya memiliki kelebihan jika dibandingkan orang lain,  padahal seluruh kebaikan pada dirinya semata-mata hanya berkat kemurahan  Allah padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”maka janganlah kamu mengatakan  dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang-orang yang  bertakwa” (QS. An Najm [53] : 32)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada saya  supaya kamu bertawadhu sehingga tidak seorang-pun menganiaya orang lain,  dan tidak seorang-pun menyombongkan diri pada orang lain .(H.R.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan tawadhu adalah rendah hati, dalam pengertian yang  lebih dalam tawadhu adalah kalau kita tidak melihat diri kita memiliki  nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya.  Orang yang tawadhu’   adalah orang  menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya  bersumber dari Allah SWT.  Yang dengan pemahamannya tersebut maka tidak  pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya kesombongan dan merasa lebih  baik dari orang lain, tidak merasa bangga dengan potrensi dan prestasi  yang sudah dicapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah SWT al-Mutakabbir saja yang pantas untuk sombong karena ada  dan tiadanya mahluk ada dalam kehendak-Nya, sedangkan keberadaan-Nya  sama sekali tidak bergantung pada mahluk-mahluk-Nya. Dia lah yang Maha  Terpuji baik Zat, sifat maupun perbuatan-perbuatan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman bagi orang yang sombong, telah diuraikan dalam Al Quran, di  surah Al Mu’min ayat 76, sebagai berikut: (Dikatakan kepada mereka):  “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di  dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong  .”&lt;br /&gt;Perhatikan firman allah SWT berikut ini: “Negeri akhirat itu Kami  jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan  berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah  bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Qashash [28] :83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa Hadits Rasulullah SAW tentang larangan sombong dan  atau takabur dan sombong sebagai berikut: (sebagian yang telah diuraian  diawal bahasan, tidak dimasukkan dalam uraian dibawah ini)&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a, Rasulullah  bersabda: Jika seorang berkata karena sombong. Celakalah manusia. Maka  ia akan menjadi paling binasa(H.R.Muslim)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: Sombong itu adalah menolak kebenaran dan  merendahkan sesama manusia. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salamah bin Al Akwa ra bahwasannya ada seorang laki-laki makan di  hadapan Nabi Muhammad SAW  dengan memakai tangan kirinya, beliau lantas  bersabda: “Makanlah dengan memakai tangan kananmu.” Laki-laki itu  menjawab: “Saya tidak bisa.” Nabi Muhammad saw bersabda lagi: “Kamu  tidak bisa, itu adalah perbuatan sombong.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Haritsah bin Wahb ra berkata: “Saya mendengar Nabi Muhammad SAW  bersabda, “Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang ahli neraka? Yaitu  setiap orang yang kejam, rakus, dan sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudry ra dari nabi Muhammad saw, beliau bersabda:  “Surga dan neraka itu berdebat; neraka berkata: “Padaku orang-orang yang  kejam dan sombong” Surga berkata: “Padaku orang-orang yang lemah  (tertindas) dan miskin” Kemudian Allah memberi keputusan kepada  keduanya: “Sesungguhnya kamu surga adalah tempat rahmat-Ku, Aku memberi  rahmat dengan kamu kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan  sesungguhnya kamu neraka adalah tempat siksaanKu, Aku menyiksa dengan  kamu kepada siapa saja yang Aku kehendaki; dan bagi masing-masing kamu  berdua Aku akan memenuhimya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda:  “Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihat orang yang  menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong.” (HR Bukhari dan  Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ada tiga  kelompok orang yang nanti pada hari kiamat Allah tidak akan berbicara  dengan mereka, Allah tidak akan membersihkan (mengampuni dosa) mereka,  dan Allah tidak akan memandang mereka, serta mereka akan disiksa dengan  siksaan yang pedih, yaitu: orang tua yang berzina, raja (penguasa) yang  suka bohong, dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, Allah Yang  Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman:  “Kemuliaan adalah pakaianKu dan  kebesaran adalah selendangKu, maka barangsiapa yang menyaingi Aku dalam  salah satunya maka Aku pasti akan menyiksanya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Muhammad saw bersabda: “Suatu  ketika ada seorang laki-laki berjalan dengan memakai perhiasan dan  bersisir rambutnya, ia mengherani dirinya sendiri dengan penuh  kesombongan di dalam perjalanannya itu, kemudian tiba-tiba Allah  menyiksanya yaitu ia selalu timbul tenggelam di permukaan bumi sampai  hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salamah bin Al Akwa ra berkata, nabi Muhammad saw bersabda:  “Seseorang itu senantiasa membanggakan dan menyombongkan dirinya  sehingga ia dicatat dalam golongan yang kejam lagi sombong, kemudian ia  tertimpa apa yang biasa menimpa mereka.” (HR. At Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda:  “Tidak akan masuk sorga orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong  walaupun hanya sebesar atom.” Ada seorang laki-laki berkata:  “Sesungguhnya seseorang itu suka memakai pakaian yang bagus dan  sandal/sepatu yang bagus pula.” Nabi Muhammad saw kembali bersabda:  “Sesungguhnya Allah itu indah, suka pada keindahan. Sombong itu menolak  kebenaran dan merendahkan sesama manusia.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, kita sebenarnya tidak memiliki apa-apa, semua yang kita  miliki di dunia ini adalah titipan dari Allah. Dan kemampuan,  kepintaran, kepandaian, kecantikan dan atau ketenaran yang kita miliki.  Semua itu adalah dari Allah, karunia Allah, karena itu, sangat tidak  pantas kita berbangga diri, merasa diri kita memiliki kelebihan dari  orang lain dan menjadikan kita ujub atau sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah dengan sangat mudah Allah SWT dapat mencabut semua karunia-Nya  itu pada kita, mengambil harta kita, kepintaran kita, kecantikan dan  ketenaran kita. Allah bisa saja dengan mudah mendatangkan musibah yang  merenggut segala yang kita banggakan / sombongkan. Dan Allah SWT bisa  dengan sangat mudahnya mengalihkan perhatian hamba-hamba-Nya dari kita,  hingga menjadikan kita, yang tadinya seorang hamba yang tenar dan  dikagumi banyak penggemar, kini menjadi hamba yang ditinggalkan. Dan  dengan kuasa-Nya Allah bisa saja dengan mudah dalam sekejap mata,  membuat orang-orang yang tadinya percaya pada kita, menjadi tidak  percaya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, karena itu, jagalah hati dan  pikiran kita agar tidak pernah ada sedikitpun rasa ujub, bangga,  sombong, takabbur, dengan keberhasilan kita sekarang ini, sebelum Allah  menjadi murka dan mencabut semua karunia-Nya pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hamba, seharusnya hanya sembah sujud penuh kerendahan hati yang  kita persembahkan di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya seraya  bertasbih: “Maha Suci Allah pemilik Keperkasaan, Kekuasaan, Kebesaran  dan Keagungan” (HR. Abu Daud dari ‘Auf bin Malik al-Asyja’i r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang  mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau  kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.  Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang  yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan.  Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ali ’Imran [3]  :26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang sekarang sedang dalam kelapangan, sedang dalam  kemudahan, sedang berada dalam kecukupan. Dan bagi siapa saja yang  memiliki kepandaian, kepintaran, wajah yang rupawan dan atau ketenaran,  ingatlah, syukurilah nikmat yang Allah SWT karuniakan kepada kita  tersebut dan janganlah sampai, salah satu atau seluruh dari nikmat  karunia-Nya itu, membuat kita menjadi seorang hamba yang ujub / sombong,  takabbur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa kesombongan kita bisa menjadi penyebab kita mengundang  murka atau azab Allah SWT datang menghampiri kita. Yang dengan semua  itu, bisa saja secara perlahan menutup jalan kita, dimana tadinya Allah  selalu memudahkan urusan kita dengan limpahan karunia dan  pertolongan-Nya, namun karena kita ujub, sombong, maka secara perlahan,  kemudahan yang Allah SWT karuniakan kepada kita, ditarik-Nya dan  kelapangan kita, mulai disempitkan-Nya.  Ini sebenarnya adalah teguran  dari Allah SWT untuk membuat kita sadar, bahwa kita tidak terlepas dari  hukum ketentuan-Nya dan agar kita segera sadar, bahwa kita harus selalu  berdiri diatas landasan laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ’aliyil  azhiim. (tidak ada daya kekuatan melainkan dengan bantuan dan  pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-52422857577387565?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/52422857577387565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/06/janganlah-sombong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/52422857577387565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/52422857577387565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/06/janganlah-sombong.html' title='janganlah sombong'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/TAxA49med9I/AAAAAAAAAIQ/1ww-r8qGKNU/s72-c/sombong1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-8452013023584077425</id><published>2010-05-16T08:21:00.004+07:00</published><updated>2010-05-16T08:26:07.262+07:00</updated><title type='text'>Seandainya Kita Tahu</title><content type='html'>&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S-9IZZriWkI/AAAAAAAAAII/ha217q0IgmM/s1600/nano-oke.blogspot.com.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S-9IZZriWkI/AAAAAAAAAII/ha217q0IgmM/s320/nano-oke.blogspot.com.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah SAW. telah  bersabda: Seandainya orang-orang itu tahu besarnya pahala adzan dan  shalat berjama'ah di shaf terdepan, kemudian tidak ada uzur, pasti  mereka akan berebut. Kalau mereka tahu besarnya pahala shalat berjama'ah  Dzuhur pasti mereka akan berlomba, dan seandainya mereka tahu betapa  besarnya pahala shalat berjama'ah Isya dan Subuh, pasti mereka akan  mendatangi keduanya meskipun dengan merangkak.&lt;br /&gt;(H. R. Bukhari dan  Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-8452013023584077425?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/8452013023584077425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/05/seandainya-kita-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/8452013023584077425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/8452013023584077425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/05/seandainya-kita-tahu.html' title='Seandainya Kita Tahu'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S-9IZZriWkI/AAAAAAAAAII/ha217q0IgmM/s72-c/nano-oke.blogspot.com.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-6592392917213875075</id><published>2010-04-13T13:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T13:25:21.213+07:00</updated><title type='text'>sepuluh nasihat Ibnul Qayyim untuk mengapai kesabara diri</title><content type='html'>sepuluh nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah untuk menggapai kesabaran diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, merasa malu kepada Allah… Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya… Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau berlimpah nikmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka jagalah, karena maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan membuat nikmat hilang dan lenyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang tidak mau bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah kepadanya maka dia akan disiksa dengan nikmat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mencintai Allah… karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya… Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya… Sebab perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditimbulkannya dan juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati dan gundah gulana yang menyelimuti diri… karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, memupus buaian angan-angan yang tidak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, hendaknya menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian. Karena sesungguhnya besarnya dorongan untuk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dalam perkara-perkara tadi. Dan di antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah… waktu senggang dan lapang yang dia miliki… karena jiwa manusia itu tidak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan… sehingga apabila dia tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, sebab terakhir adalah sebab yang merangkum sebab-sebab di atas… yaitu kekokohan pohon keimanan yang tertanam kuat di dalam hati… Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dengan kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat… dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah… Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari artikel berjudul ‘Asyru Nashaa’ih libnil Qayyim li Shabri ‘anil Ma’shiyah, www.ar.islamhouse.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-6592392917213875075?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/6592392917213875075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/04/sepuluh-nasihat-ibnul-qayyim-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/6592392917213875075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/6592392917213875075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/04/sepuluh-nasihat-ibnul-qayyim-untuk.html' title='sepuluh nasihat Ibnul Qayyim untuk mengapai kesabara diri'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-1310016026314143259</id><published>2010-02-24T22:39:00.004+07:00</published><updated>2010-02-24T23:00:33.855+07:00</updated><title type='text'>cinta yang belum terlunasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q0i-yKy-5SY/S4VJSl-D4PI/AAAAAAAAAIE/HOo2xFSm730/s1600-h/surau.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q0i-yKy-5SY/S4VJSl-D4PI/AAAAAAAAAIE/HOo2xFSm730/s400/surau.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441836308525998322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-1310016026314143259?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/1310016026314143259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/cinta-yang-belum-terlunasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/1310016026314143259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/1310016026314143259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/cinta-yang-belum-terlunasi.html' title='cinta yang belum terlunasi'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q0i-yKy-5SY/S4VJSl-D4PI/AAAAAAAAAIE/HOo2xFSm730/s72-c/surau.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-4925266745175296923</id><published>2010-02-24T00:34:00.000+07:00</published><updated>2010-02-24T00:34:29.685+07:00</updated><title type='text'>Hakaikat Tawadhu'</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Hakikat Tawadhu'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S4QRUQX6NUI/AAAAAAAAAIA/kyubChQsGsI/s1600-h/tawadhu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S4QRUQX6NUI/AAAAAAAAAIA/kyubChQsGsI/s320/tawadhu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu kali, Abdullah bin Mubarak bertandang ke Khurasan untuk mengunjungi seseorang yang di kenal zuhud dan wara'. Tatkala beliau masuk ke rumah orang yang dimaksud, beliau tidak digubris dan disaoa olehnya. Lalu beliau segera keluar dan meninggalkan rumah itu. Orang-orang yang berada di rumah itu lantas bertanya kepada orang yang dianggap zuhud itu, "Tahukah anda, siapa tamu Anda tadi?" Ia menjawab, "Tidak" Mereka berkata, "Dia adalah Amiirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin orang-orang mukmin dalam hal hadits)...dia...dia adalah Abdullah bin Mubarak!""&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mendengar nama itu disebut, raut mukanya jadi berubah, iapun bersegera mengejar Abdullah bin Mubarak, "Wahai Abu Abdirrahman, maafkan saya! berilah nasihat kepada saya!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Abdullah bin Mubarak berkata, "Ya. Jika kamu keluar dari rumahmu, janganlah kamu meliaht seorang muslim kecuali kamu mengatakan, "Dia lebih baik daripada saya. Jika kamu bertemu dengan yang lebih tau, katakan, "Dia lebih dahulu masuk islam, dan lebih dulu beramal salih daripada saya, berarti dia lebih utama daripada saya." Jika kamu bertemu dengan orang yang lebih muda, maka katakanlah, "Aku lebih dahulu berbuat dosa dibandingkan dia, berarti dia lebih baik daripada saya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-4925266745175296923?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/4925266745175296923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/hakaikat-tawadhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/4925266745175296923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/4925266745175296923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/hakaikat-tawadhu.html' title='Hakaikat Tawadhu&apos;'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S4QRUQX6NUI/AAAAAAAAAIA/kyubChQsGsI/s72-c/tawadhu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-1447103216186947702</id><published>2010-02-15T17:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-15T17:33:24.374+07:00</updated><title type='text'>Kesadaran sebuah permintaan</title><content type='html'>Salam sejahtera bagi Anda semua hari ini. ada satu hal yang kabanyakan orang, semata-mata meminta kepada sesuatu, tetapi sebenarnya permintaan itu, tak lebih adalah sebuah beban baru bagi dirinya. kenapa? secara kasatmata bisa jadi sebuah permintaan itu telah memenuhi kedahagaan bagi dirinya atas sesuatu itu, tetapi hakikat permintaan itu adalah sebuah tanggung jawab baru bagi dirinya, yaitu pertanggung jawaban atas sebuah permintaan itu. hukum yang berlaku, adanya sebuah sebab permintaan, maka kewajiban selanjutnya adalah mempertanggung jawabkan permintaan itu.&lt;br /&gt;Anda seorang pelajar, meminta untuk lulus dari ujian, kewajiban Anda adalah belajar, mengerjakan soal dengan baik, mengikuti aturan dan tata tertib, mengamalkan ilmu yang di dapat dan satu kwajiban tambahan setelah lulus.&lt;br /&gt;Anda meminta pekerjaan, maka kewajibannya adalah melamar kerja, disiplin kerja, bersedekah karena sudah gajian, dan seterusnya, yang ujung2nya adalah satu tambahan  kewajiban lagi.&lt;br /&gt;satu permintaan akan melahirkan banyak konsekuensi. maka tak ayal lagi memintalah dengan kesadaran.&lt;br /&gt;lalu bgmana membangun kesadaran dalam meminta?&lt;br /&gt;kalau anda berdoa, berdoalah dengan lebih spesifik, sehingga kesadaran anda akan membantu anda meeujudkan apa yang anda minta. Anda berdoa keselamatan dunia akhirat, lantas kesadaran anda akan menuntun dan menerjemahkan keselamatan dunia itu seperti apa, keselamatan akhirat seperti apa. dari situ sebuah kesadaran anda memberi anda kebijaksanaan dalam meminta. semoga bermanfaat.choe &lt;www.choerozak-notes.blogspot.com&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-1447103216186947702?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/1447103216186947702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/kesadaran-sebuah-permintaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/1447103216186947702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/1447103216186947702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/kesadaran-sebuah-permintaan.html' title='Kesadaran sebuah permintaan'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-6429179022834313429</id><published>2010-02-07T22:49:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T23:18:26.278+07:00</updated><title type='text'>Kacamata Ikhlas</title><content type='html'>Dalam sebuah hikayat diceritakan seekor burung yang lumpuh dan buta. lewatlah seorang yang melakukan perjalanan dalam sebuah bisnis. Dia sesaat mengamati perilaku burung itu. dalam hati orang itu bertanya; bagaimanakah seekor burung yang dalam kondisi seperti itu, lumpuh dn buta bisa bertahan hidup?. belum selesai berfikir dan menemukan jawaban, tibalah seekor burung lain yang menghampiri burung buta tadi dengan makanan dalam paruhnya. Subhanallah, sesuatu yang luar biasa terjadi dalam hubungan kekerabatan burung-burung itu. pikir orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula yang saudara pikir saat peristiwa itu terjadi dalam prespektif kehidupan sekitar Saudara? benarkah hal itu terletak pada kekuatan ikhlas? Apa pula hakikat keikhlasan yang sesungguhnya? Andai saja orang yang melihat sekawanan burung itu adalah kita, pernahkah hal itu menjadi pelajaran hidup bagi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap sisi itu akan memberi hikmah yang kuat kepada kita. pada tataran si burung buta, bahwa kehidupan ini tidak semata-mata pengupayaan tanpa makna. kita di hardik oleh Tuhan untuk melakukan pengembaraan emosional, bahwa hidup perlu melihat adanya pilar-pilar harmoni alam yang semua itu tidak terlepas dari kesertaan Tuhan. Melibatkan emosi kita untuk menerima takdir adalah salah satu rihlah dalam menyusun kerangka syumulitas spritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi Burung yang dengan kekuatannya memberikan hidupnya dalam berbagi adalah satu sudut kehidupan yang semestinya adalah serpihan kasih sayang Tuhan, yang dengan-Nya segala sesuatu menjadi mungkin. Hal itu terwujud bila kita menanggalkan ego, melepas nafsu kesombongan, serta ketawadhu'an. dengan itu mengharap bahwa membantu orang lain adalah salah satu pintu yang akan mengantarkan dirinya dalam kosmo keseimbangan. sebuah tanggung jawab kekhalifahan yang di dasari keberpihakan kaum lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang melihat peristiwa itu adalah manusia dengan kejernihan hatinya menjadi pembelajar, perpaduan logika matematis yang kemudian menjadi experimental spiritual. kebenaran menjadi pondasi kelapangan jiwanya untuk mengakui eksistensi kebenaran itu sendiri, memperjuangkannya dalam kehidupan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesinambungan dan harmonisasi ketiganya adalah kombinasi keikhlasan dari sudut yang berbeda. ikhlas memberi, ikhlas diberi, dan ikhlas dalam mengusahakan. ikhlas memberi adalah sebuah upaya kita untuk menempuh dalam hal nilai. ikhlas diberi adalah ketawakalan kita dalam menjumpai apa yang didepan mata sebagai anugerah. ikhlas mengupayakan adalah keikhlasan berproses, membentuk, dan memperjuangkan sebuah nilai. ada kebesaran jiwa yang menaungi. ada pengharapan dan kepasrahan dalam satu waktu, ada pengupayaan dalam kebersungguhan. Ikhlas tidak semata-mata menerima apa adanya. Ikhlas adalah harmoni ketiganya dalam menapaki hidup untuk sesuatu yang berimbang. choe &lt;www.shaffna.co.cc&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-6429179022834313429?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/6429179022834313429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/kacamata-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/6429179022834313429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/6429179022834313429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2010/02/kacamata-ikhlas.html' title='Kacamata Ikhlas'/><author><name>admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-3742893548475614856</id><published>2009-12-31T09:26:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T10:46:32.329+07:00</updated><title type='text'>HIDUP HANYA SEKALI JADIKAN HIDUPMU MENDAPATKAN RIDHO ALLOH SWT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HIDUP HANYA SEKALI JADIKAN HIDUPMU MENDAPATKAN RIDHO ALLOH SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzwbS-ud2jI/AAAAAAAAAFI/4ioow4XgTJI/s1600-h/2686362693_3311dffbf1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzwbS-ud2jI/AAAAAAAAAFI/4ioow4XgTJI/s320/2686362693_3311dffbf1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421238064336722482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;    Terkadang tanpa kita sadari disaat iman kita turun dikarenakan maksiat yang kita lakukan terus-menerus maka kita menjadi lalai yang pada saatnya nanti kita akan merasakan  bahwa kehidupan di dunia beserta aneka perhiasan-perhiasan dunia  itu lebih  abadi  dibandingkan kehidupan di akhirat. Untuk kita selalu dianjurkan supaya tawashau bil haqqi dan tawashau bis shabri.&lt;br /&gt;   Ketika seseorang telah menganggap remeh dosa-dosa kecil, atau menolerir perkara-perkara syubhat, dengan segera ia akan merasakan akibatnya dari Allah. Dahsyat memang. Pernah ada seseorang yang melakukan perbuatan maksiat. Beberapa jam kemudian ia sudah mendapati hukuman yang berat dikarenakan perbuatannya itu.&lt;br /&gt;   Apabila seseorang ini mengerti tentang agamanya dengan baik, tentunya ia mengerti bahwa sebenarnya Allah sedang "cemburu" dikarenakan orang tersebut melakukan perbuatan yang Allah mengharamkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan sesunggunya seseorang mu'min itu juga cemburu. Dan kecemburuan Allah itu akan timbul bila seorang hamba melakukan apa yang diharamkan kepadanya.". (HR. Bukhori dan Muslim).&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    Terkadang, hukuman itu bersifat maknawi. Tidak sedikit orang yang melihat atau menonton pemandangan/gambar yang diharamkan oleh Allah, lalu Allah menghalanginya dari cahaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahirah&lt;/span&gt;. Menurut Ibnu Al Qoyyim, bashirah adalah cahaya yang ditiupkan oleh Allah ke dalam hati (qolbu), oleh karena itu ia mampu memandang hakikat kebenaran seperti padangan mata.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-3742893548475614856?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/3742893548475614856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/hidup-hanya-sekali-jadikan-hidupmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/3742893548475614856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/3742893548475614856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/hidup-hanya-sekali-jadikan-hidupmu.html' title='HIDUP HANYA SEKALI JADIKAN HIDUPMU MENDAPATKAN RIDHO ALLOH SWT'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzwbS-ud2jI/AAAAAAAAAFI/4ioow4XgTJI/s72-c/2686362693_3311dffbf1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-147580133784140247</id><published>2009-12-27T19:30:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T19:35:57.390+07:00</updated><title type='text'>SEJARAH SHOLAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzdUlS9nboI/AAAAAAAAAEk/BkVeyz1OHW4/s1600-h/pokok_sujud.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 281px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzdUlS9nboI/AAAAAAAAAEk/BkVeyz1OHW4/s320/pokok_sujud.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419893676285849218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="rvps3"&gt;&lt;span class="rvts7"&gt;SEJARAH SHOLAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dirikanlah sholat, sungguh ini merupakan  kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 4  an-nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; :103-  104&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Hai orang-orang yang beriman, Ruku&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu ;  Berbuatlah kebaikan, supaya kamu mendapatkan kemenangan - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 22 al-hajj : 77&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Istilah Sholat berasal dari kata kerja Shalaah  (yang menyatakan suatu perbuatan) dan orang yang melakukannya disebut Mushallin,  sementara pusat tempat melakukannya disebut Musholla.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kecuali bagi orang yang mushollin (yang  mengerjakan sholat) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Qs. 70  al-Ma&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;arij : 22&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim itu  musholla (tempat sholat)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Qs. 2 al-Baqarah:  125&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Sholat merupakan suatu perbuatan memuliakan  Allah yang menjadi suatu tanda syukur kaum muslimin sebagai seorang hamba dengan  gerakan dan bacaan yang telah diatur khusus oleh Nabi Muhammad Saw yang tidak  boleh dirubah kecuali ada ketentuan-ketentuan yang memang  memperbolehkannya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Perintah sholat sendiri sudah harus  diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda Islam agar kelak dikemudian hari  mereka tidak lagi merasa canggung, malu atau malah tidak bisa  melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dari Amer bin Syuaib dari ayahnya dari  kakeknya, berkata :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Rasulullah Saw bersabda: &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan  sholat disaat mereka berumur 7 tahun dan pukullah mereka jika tidak  mengerjakannya saat mereka berumur 10 tahun&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;- Hadis Riwayat Ahmad dan abu daud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan  sholat ; dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 20 thaahaa: 132&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dari Hadis kita mendapati bahwa mendirikan  sholat sudah ditekankan mulai umur 7 tahun dan bila sampai usia 10 tahun belum  juga melaksanakannya maka kita seyogyanya mulai diberi penegasan berupa pukulan  sampai mereka mau mendirikannya. ; Tentu pukulan yang dimaksud disini tidak  dengan tujuan menyakiti apalagi sampai pada tingkat penganiayaan, namun sekedar  memberi pengajaran dan peringatan agar mau dan tidak malas untuk sholat.  Bukankah secara paradoks siksa Allah jauh lebih keras dari sekedar pukulan yang  kita berikan dalam rangka menyayangi anak-anak kita dan menghindarkan mereka  dari azab Allah ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Jagalah dirimu dari hari dimana seseorang  tidak dapat membela orang lain walau sedikitpun dan hari tidak diterima  permintaan maaf serta tidak ada tebusan baginya dan tidaklah mereka akan  ditolong &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 2 al-Baqarah : 48&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Namun al-Quran juga disatu sisi tidak  menjelaskan secara detil sejak kapan dan bagaimana teknis pelaksanaan Sholat  yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Meski demikian al-Quran secara  tegas menyatakan bahwa Sholat sudah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya, seperti  perintah Sholat kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, kepada Nabi Syu&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;aib&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, kepada Nabi Musa&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan kepada Nabi Isa  al-Masih&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;. Pernyataan  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an tersebut  dibenarkan oleh cerita-cerita yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama dan  Perjanjian Baru yang mengisahkan tata cara beribadah para Nabi sebelum Muhammad  yaitu ada berdiri, ruku dan sujud yang jika dirangkai maka menjadi Sholat  seperti Sholatnya umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud  menyembah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Lama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Kitab Keluaran 34:8&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Masuklah, marilah kita sujud menyembah,  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan  kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Lama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Kitab Mazmur 95:6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah,  menyembah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Lama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Kitab Yosua 5:14&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu  ia membungkuk ke tanah, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;dengan mukanya di antara kedua  lututnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Lama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Kitab I Raja-raja 18:42&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke  pintu Kemah Pertemuan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN  kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Lama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Kitab Bilangan 20:6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kemudian ia menjauhkan diri dari mereka  kira-kira sepelempar batu jaraknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;lalu ia berlutut dan berdoa - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Baru &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Injil Lukas 22:41&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan  berdoa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Perjanjian Baru  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Injil Markus  14:35&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dari kenyataan ini, maka jelas bagi umat Islam  bahwa Sholat sudah menjadi suatu tradisi dan ajaran yang baku bagi semua Nabi  dan Rasul Allah sepanjang jaman, sebagaimana firman-Nya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Sebagai ketentuan Allah yang telah berlaku  sejak dahulu, Kamu sekalipun tidak akan menemukan perubahan Bagi ketentuan ALLAH  itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 48 al-fath:  23&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kisah perjalanan Nabi Muhammad mengarungi  angkasa raya yang disebut dengan istilah Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj yang menceritakan awal  diperintahkannya Sholat kepada Nabi Muhammad sebagaimana terdapat dalam beberapa  hadis yang dianggap shahih atau valid oleh sejumlah ulama secara logika justru  mengandung banyak ketidaksesuaian dengan fakta sejarah dan ayat-ayat al-Quran  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Menurut hadis, Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj terjadi sewaktu Khadijah, istri  pertama Rasulullah wafat, dimana peristiwa ini justru menjadi salah satu hiburan  bagi Nabi yang baru ditinggalkan oleh sang istri tercinta dan juga paman beliau,  Abu Thalib dimana tahun ini disebut dengan tahun duka cita atau aamul  ilzan&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Sementara sejarah juga mengatakan bahwa jauh  sebelum terjadinya Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj, Nabi Muhammad  dipercaya telah melakukan Sholat berjemaah dengan Khadijjah sebagaimana yang  pernah dilihat dan ditanyakan oleh Ali bin abu Thalib yang kala itu masih  remaja&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Logikanya perintah Sholat telah diterima oleh  Nabi Muhammad bukan saat beliau Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj  namun jauh sebelum itu, apalagi secara obyektif ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an yang menceritakan mengenai peristiwa  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj sama sekali tidak  menyinggung tentang adanya pemberian perintah Sholat kepada Nabi.&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; ; Pada kedua surah tersebut hanya  menekankan cerita perjalanan Nabi tersebut dalam rangka menunjukkan sebagian  dari kebesaran Allah dialam semesta sekaligus merupakan kali kedua bagi Nabi  melihat wujud asli dari malaikat Jibril setelah sebelumnya pernah beliau  saksikan saat pertama mendapat wahyu di gua Hira.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Selain itu, diluar hadis Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj yang menggambarkan Nabi memperoleh  perintah Sholat pada peristiwa tersebut, Imam Muslim dalam musnadnya ada  meriwayatkan sebuah hadis lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan cerita  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj namun disana  menjelaskan bagaimana Nabi mempelajari Sholat dari malaikat Jibril.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dari Abu Mas&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;ud r.a. katanya : Rasulullah Saw  bersabda : turun Jibril, lalu dia menjadi imam bagiku Dan aku sholat bersamanya,  kemudian aku sholat bersamanya, lalu aku sholat bersamanya dan aku sholat  bersamanya dan aku sholat bersamanya Nabi menghitung dengan lima anak  jarinya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; - Hadis Riwayat Muslim&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts15"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Jika demikian adanya, bagaimana dengan  kebenaran hadis yang dipercaya oleh banyak orang bahwa perintah Sholat baru  diperoleh Nabi sewaktu isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;  dan mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Mungkin kedengarannya ekstrim, tetapi  meragukan atau malah menolak keabsahan validitas hadis-hadis tersebut bukanlah  perbuatan yang tercela apalagi berdosa, dalam hal ini kita tidak menolak dengan  tanpa dasar yang jelas, para perawi hadis tetaplah manusia biasa seperti kita  adanya, mereka juga bisa salah baik disengaja apalagi yang tanpa mereka sengaja  atau sadari, adalah kewajiban kita untuk melakukan koreksi jika mendapatkan  kesalahan pada riwayat hadis yang mereka lakukan tentunya dengan tetap menjaga  kehormatannya dan berharap semoga Allah mengampuni kesalahannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Beberapa kejanggalan variasi cerita  Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj diantaranya sebut saja kisah Nabi  Muhammad dan Buraq ketika berhenti di &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts16"&gt;Baitul  maqdis&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan melakukan sholat berjemaah didalam  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts16"&gt;masjidil aqsha&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; bersama arwah  para Nabi sebelumnya, padahal sejarah mencatat bahwa masjid al-aqsha baru  dibangun pada masa pemerintahan Khalifah umar bin khatab tahun 637 masehi saat  penyerbuannya ke Palestina yang mana notabene saat itu Nabi Muhammad sendiri  sudah cukup lama wafat, beliau wafat tahun 632 masehi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Cerita sholatnya Nabi Muhammad dan para arwah  inipun patut mengundang pertanyaan, sebab Nabi sudah melakukan sholat (menurut  hadis itu malah raka&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;atnya  berjumlah 2) sehingga pernyataan Nabi menerima perintah Sholat saat  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj sudah bertentangan  padahal kisah ini terjadi detik-detik sebelum mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Belum lagi cerita sholatnya para arwah Nabi  pun rasanya tidak bisa kita terima dengan akal yang logis, masa kehidupan mereka  telah berakhir sebelum kelahiran Nabi Muhammad dan mereka sendiri sudah  menunaikan kewajiban masing-masing selaku Rasul Allah kepada umatnya, perlu apa  lagi mereka yang jasadnya sudah terkubur didalam tanah itu melakukan sholat  ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Setelah selesai sholat berjemaah, lalu satu  persatu para arwah Nabi dan Rasul itu memberi kata sambutannya &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; sungguh suatu hal yang terlalu  mengada-ada, karena jumlah mereka ada ribuan yang berasal dari berbagai daerah  dibelahan dunia ini, baik yang namanya tercantum dalam al-Quran ataupun  tidak&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, berapa lama waktu  yang habis diperlukan untuk mengadakan kata sambutan masing-masing para arwah  ini ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Jika dimaksudkan agar semua Nabi dan Rasul itu  bertemu dan bersaksi mengenai kebenaran Muhammad, ini dibantah oleh al-Quran  sendiri yang menyatakan bahwa pada masa kehidupan mereka dan pengangkatan mereka  selaku Nabi dan Rasul, Allah telah mengambil perjanjian dari mereka mengenai  akan datangnya seorang Rasul yang membenarkan ajaran mereka sebelumnya lalu  terdapat perintah tersirat agar mereka menyampaikan kepada umatnya masing-masing  :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dan ketika Allah mengambil perjanjian terhadap  para Nabi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Jika datang  kepadamu Kitab dan Hikmah, lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang  membenarkan apa-apa yang ada tentang diri kamu, hendaklah kamu imani ia secara  sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; ; Dia bertanya  : &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Sudahkah kalian  menyanggupi dan menerima perjanjian-Ku tersebut ?&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; ; Mereka menjawab : &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kami menyanggupinya !&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; ; Dia berkata : &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Saksikanlah ! dan Aku bersama kamu  adalah dari golongan mereka yang menyaksikan !&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;- Qs. 3 ali imron: 81&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Puncak kemustahilan cerita dari hadis-hadis  mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj adalah saat Nabi  Muhammad diberitakan telah bolak balik dari Allah ke arwah Nabi Musa untuk  penawaran jumlah sholat yang semula 50 kali menjadi 5 kali dalam sehari semalam,  apakah sedemikian bodohnya Nabi Muhammad itu sehingga dia harus diberi saran  berkali-kali oleh arwah Nabi Musa agar mau meminta keringanan kepada ALLAH  sampai 9 kali pulang pergi ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Tidakkah kekurang ajaran arwah Nabi Musa dalam  cerita tersebut dengan menganggap Allah juga tidak mengerti akan kelemahan dan  keterbatasan umat Nabi Muhammad sebab tanpa dipikir dulu telah memberi beban  kewajiban yang pasti tidak mampu dikerjakan oleh mereka sehingga arwah Nabi Musa  itu harus turut campur memberi peringatan kepada Allah dan Nabi Muhammad lebih  dari sekali saja sebagai suatu indikasi israiliyat (hadis buatan orang-orang  Israel atau Yahudi yang sengaja dibuat untuk tetap memuliakan Nabi Musa diatas  yang lain) ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Apakah hadis-hadis yang demikian ini masih  akan diterima dan dipertahankan hanya untuk mempertahankan dalil turunnya  perintah Sholat, sementara al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an sendiri yang nilai kebenarannya sangat pasti justru tidak  berbicara apa-apa tentang hal tersebut ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Tidak diragukan bahwa Nabi Muhammad pernah  melakukan Isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj karena hal ini ada  didalam al-Quran dan bisa dianalisa secara ilmiah, tidak perlu diragukan pula  bahwa Sholat merupakan salah satu kewajiban utama seorang muslim sebab inipun  banyak sekali ayatnya didalam al-Quran dan hadis-hadis lain, bahkan sholat  merupakan tradisi yang diwariskan oleh semua Nabi dan Rasul dalam semua  jamannya. Hanya saja itu tidak berarti kaum muslimin bisa menerima semua riwayat  hadis yang isinya secara jelas mempunyai pertentangan dengan al-Quran dan  logika, sehingga akhirnya hanya akan menyerahkan akal pada kebodohan berpikir,  padahal Allah sendiri mewajibkan manusia untuk berpikir dan berdzikir didalam  membaca ayat-ayat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Misalnya jika  sakit boleh sholat dengan cara duduk, berbaring hingga hanya dengan kedipan mata  saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Lihat surah 21  al-anbiya ayat 73 dan surah 19 Maryam ayat 55&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Lihat surah 11  Huud ayat 87&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Lihat surah 20  Thaahaa ayat 14&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Lihat surah 19  Maryam ayat 31&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Drs. Abu Ahmadi,  Mutiara isra&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; mi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;raj, Penerbit Bumi Aksara, hal.  27&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Muhammad Husain  Haekal , Sejarah Hidup Muhammad, edisi besar, Penerbit Litera antarNusa, 1998,  hal. 87 &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; 88&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Lihat surah 17  al-israa ayat 1 dan surah 53 an-najm ayat 13 s/d 18&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Fachruddin HS,  Terjemah Hadits Shahih Muslim III, Bagian ke-26, Waktu Sembahyang Fardu dan  Kiblat, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1979, hal. 170&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; lihat surah 40  al-mu&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;min: 78 dan surah. 17  al-israa&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;: 15&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-147580133784140247?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/147580133784140247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/sejarah-sholat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/147580133784140247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/147580133784140247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/sejarah-sholat.html' title='SEJARAH SHOLAT'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzdUlS9nboI/AAAAAAAAAEk/BkVeyz1OHW4/s72-c/pokok_sujud.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-8151206308624769684</id><published>2009-12-22T20:07:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T20:09:28.681+07:00</updated><title type='text'>Menangislah agar selamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzDE8O_1JLI/AAAAAAAAADM/piyyT0CvUS8/s1600-h/images"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzDE8O_1JLI/AAAAAAAAADM/piyyT0CvUS8/s320/images" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418046890823722162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Seorang yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan masuk neraka sekalipun air susu kembali masuk kekantong kelenjarnya (perumpamaan untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi, artinya dia pasti dibebaskan dari neraka)", Hadist sahih ini dari Abu hurairah diriwayatkan oleh Nasaa'i dan al-tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis, kadang sulit dilakukan, walaupun sejak lahir manusia sudah terbiasa menangis. Sulit dilakukan saat dalam lapang dan bahagia. Ketika ada bencana, ujian, musibah, baru mata setetes demi setetes mengalirkan air mata, yang kadang entah untuk apa? dan tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita menitikkan air mata saat terlintas siksaan Allah? azabnya yang begitu pedih, neraka yang menyala-nyala?, mungkin tidak, atau jarang sekali. Padahal "Mata yang menangis ditengah keheningan malam karena takut kepada Allah, tidak akan tersentuh api neraka", begitu sabda Rasulullah saw dalam hadist hasan riwayat Al-Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadist mauquf (sanadnya hanya sampai kepada sahabat) Disebutkan: "Tidak ada seorang hamba mukminpun yang meneteskan air matanya karena takut kepada Allah, meskipun butiran air mata tersebut sebesar kepala lalat dan air mata itu menetes disalah satu bagian wajahnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai saudaraku-saudaraku sekalian, tidakkah kalian menangis karena rindu kepada Allah. Bukankah sesungguhnya orang yang menangis karena takut kepada neraka akan dilindungi Allah dari neraka tersebut? Demikian nasehat Abdul Wahid bin Zaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, menangis bisa menyelamatkan kita dari jilatan api neraka. Didalam hadist Abdurrahman bin Samurah, Nabi saw, bersabda: "Suatu malam aku bermimpi, "kemudian Nabi menyebutkan hadist dengan redaksi yang sangat panjang. salah satu isinya adalah sabda beliau: "Aku telah melihat seorang laki-laki dari umatku dipinggir neraka jahannam, kemudian dia dihampiri oleh rasa takut (yang dia miliki) kepada Allah. Amal itu (rasa takut kepada Allah) akhirnya menyelamatkannya dia dari api neraka Jahannam. Dan Aku Melihat ada seorang lelaki dari umatku terjatuh kedalam neraka. Akan tetapi dia didatangi oleh tetesan air matanya (yang menetes) karena takut kepada Allah. Maka air mata itupun mengeluarkan dia dari api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya jangan sia-siakan airmata hanya untuk menangisi sesuatu yang tak abadi, menangislah karena takut akan siksaan dan azab Allah swt, jauhilah kemaksiatan, mohonkan ampunan kepada Allah. Tetesan air mata yang mengalir sekarang akan menjadi embun penyejuk pada hari perhitungan kelak, maka menangislah saudaraku, agar selamat..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-8151206308624769684?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/8151206308624769684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/menangislah-agar-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/8151206308624769684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/8151206308624769684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/menangislah-agar-selamat.html' title='Menangislah agar selamat'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzDE8O_1JLI/AAAAAAAAADM/piyyT0CvUS8/s72-c/images' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-1073219027244550094</id><published>2009-12-22T14:48:00.000+07:00</published><updated>2009-12-22T15:01:40.425+07:00</updated><title type='text'>Bila Al Qur’an Bisa Bicara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzB81csr16I/AAAAAAAAADE/87yEP2xsoXU/s1600-h/url.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzB81csr16I/AAAAAAAAADE/87yEP2xsoXU/s320/url.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417967609405233058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila Al Qur’an Bisa Bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudu’ Aku kau sentuh dalam keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari. Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra. Sekarang engkau telah dewasa. Nampaknya engkau sudah tak berminat lagi padaku. Apakah Aku bacaan usang yang tinggal sejarah? Menurutmu barangkali Aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atu menurutmu Aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyipannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engku dianggap bertaqwa. Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Diatas lemari, didalam laci, Aku engkau pendamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, pagi-pagi, surah-surah yang ada pada-Ku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau. Sekarang? Pagi-pagi sambil minum kopi, engkau baca koran pagi atau nonton berita TV. Waktu sengang? Engku sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Engkau campakkan, engku abaikan dan engkau lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Berangkat kerjapun engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah). Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musuik duniawi. Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat pada-ku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio faforitmu. Aku tahu kalau itu bukan stasiun Radio yang senantiasa melantunkan Ayat-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kamu mulai kerja. Di komputrmu pun kau putar musik faforitmu. jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. E-mail temanmu yang ada ayat-ayat-Ku pun kadang kau abaikan Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu. Benar dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakan-Ku. Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV. Menonton pertandingan liga itali, musik, atau film dan sinetron laga. Didepan komputer berjam-jam engkau betah duduk. Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun cepat berlalu. Aku menjadi semakin kusam dalam almari. Mengumapal debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingat-Ku hanya awal Ramadhan engkau membaca ku kembali. Itupun haya beberapa lembar dari-Ku. Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engakupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membaca-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah koran, TV, radio, komputer, dapat memberimu pertolongan? Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba. Engku akan diperiksa oleh para malaikat suruhan-Nya. Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada pada-Ku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu. Setiap saat berlalu. Kuranglah jatah umurmu. Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engku bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engku baca selalu dan engkau hayati.Di kuburanmu nanti. Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan. Yang akan membantu engku membela diri. Bukan koran yang engku baca yang akan membantumu dari perjalanan dialam akhirat. Tapi Akulah kitab sucimu. Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peganglah aku lagi. Bacalah kembali Aku setiap hari. Karena ayat-ayat yang ada pada-Ku adalah ayat suci. Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Yang disampaikan oleh jibril kepada Muhammad Rosulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkanlah segera Aku dari lemari atau lacimu. Jangan lupa bawa kaset yang ada ayat-Ku dalam laci mobilmu. Letakan aku selalu didepan meja kerjamu agar engkau senantiasa menginggat Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhilah aku kembali Baca dan pelajari lagi Aku. Setiap datangnya pagi dan sore hari. Seperti dulu, Dulu sekali. Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos. Di surau kecil kamugmu yang damai. Jangan Aku engkau biarkan sendiri. Dalam bisu dan sepi. Maha Benar Allah, yang Maha perkasa lagi maha bijaksana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-1073219027244550094?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/1073219027244550094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/bila-al-quran-bisa-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/1073219027244550094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/1073219027244550094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/12/bila-al-quran-bisa-bicara.html' title='Bila Al Qur’an Bisa Bicara'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SzB81csr16I/AAAAAAAAADE/87yEP2xsoXU/s72-c/url.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5629218376360747315.post-7192929518286813839</id><published>2009-06-02T04:27:00.001+07:00</published><updated>2010-02-23T23:46:32.716+07:00</updated><title type='text'>Menggugah Kesadaran Dengan Surat Al-‘Alaq</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SiRJDcEagSI/AAAAAAAAAA8/X_yn_EcLkfc/s1600-h/Image64.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342475381391393058" src="http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SiRJDcEagSI/AAAAAAAAAA8/X_yn_EcLkfc/s320/Image64.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Sylfaen; 	panose-1:1 10 5 2 5 3 6 3 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:67110535 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:HQPB4; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:HQPB1; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:HQPB2; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:HQPB5; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:HQPB3; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menggugah Kesadaran Dengan Surat Al-‘Alaq&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Ber-Iqra, membaca adalah perintah Allah Swt yang pertama. Sebelum perintah meyakini rukun iman dan melaksanakan rukun Islam. Karena, dengan membaca diharapkan dalam memeluk Islam dilakukan dengan penuh kesadaran. Bukan mengikuti tradisi, budaya, lingkungan sosial dan taqlid secara membabi buta kepada panutan tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Membaca dalam cakupan makna ‘iqra’’ diartikan seluas-luasnya. Baik bacaan yang bersifat tekstual (nash) maupun kontekstual. Bacaan yang tertulis (malfudz), ataupun yang tersirat (malhudz). Membaca ayat-ayat tanziliyyah (Al-Quran), ayat-ayat nafsiyyah (kejiwaan) dan ayat-ayat kauniyah (alam semesta). Karena mencakup pilihan jalan hidup (minhajul hayah), tidak sekedar sarana kehidupan (wasilatul hayah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Bertitik tolak dari pemikiran diatas, islam bukanlah dogma yang dogmatis. Dan bukan pula berbentuk doktrinasi yang jumud, melainkan konsep yang harus dihayati dengan penuh kesadaran. Islam tidak menghendaki ummatnya menjalankan Islam secara kultural, dan taqlid membabi buta. Islam adalah agama kesadaran. “ Addinu ‘Aqlun, laa diina liman laa ‘aqla lahu”. Islam adalah agama kesadaran, tidak sempurna keislaman seseorang yang tidak dimotivasi dengan kesadaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Proses iqra’ itu diharapkan sampai pada sebuah kesadaran akan eksistensi pencipta (Al-Khaliq) dan eksistensi manusia  dan alam semesta (Al-Makhluq). Upaya manusia dengan mengoptimalkan kecerdasan fikir dan zikir secara berkesinambungan untuk mengenal Allah begitupula mengenal dirinya dihadapan-Nya akan melahirkan sikap penyerahan diri secara total (tajarrud) kepada Allah Swt. Bahwa kehidupan ini, dalam kedudukan apapun,  hanya pengabdian diri kepada-Nya. Lewat suatu pengakuan syahadat tauhid “laa ilaaha illallah” (tidak ada Tuhan yang eksis secara hakiki (wajibul wujud) kecuali Allah Swt. Dari sinilah terjadi perubahan dan penataan ulang (rekonstruksi) secara spektakuler cara pandang, orientasi dan cara bersikap seseorang. Dari proses ini pula yang terjadi pada diri manusia penunggang onta yang berdiam di gurun, berubah menjadi sosok yang memiliki kesiapan untuk menjadi pelopor dunia (ustadziyatul ‘alam).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Katakanlah : Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al-An’am (6) : 162).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Selanjutnya ayat 4 dan 5 menyatakan bahwa Muhammad Saw adalah manusia yang secara langsung dipilih dan dibimbing oleh Allah dengan diturunkannya wahyu kepadanya. Karena itu dua ayat terakhir dari Surat Al-Alaq mengantarkan kita untuk bersyahadat dengan Rasulullah Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[*]. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya (QS. Al-Qiyamah (75) : 16-19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;[*]  Maksudnya : Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar beliau dapat  menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Demikianlah, makna &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pertama yang diturunkan dalam Al-Quran. Yaitu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Al-‘Alaq : 1-5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,  Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[baca tulis], Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (QS. Al-‘Alaq (96) : 1-5).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5629218376360747315-7192929518286813839?l=nano-oke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nano-oke.blogspot.com/feeds/7192929518286813839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/06/menggugah-kesadaran-dengan-surat-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/7192929518286813839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5629218376360747315/posts/default/7192929518286813839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nano-oke.blogspot.com/2009/06/menggugah-kesadaran-dengan-surat-al.html' title='Menggugah Kesadaran Dengan Surat Al-‘Alaq'/><author><name>Eko. K</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08831075819673182515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/S2PI1WA2bKI/AAAAAAAAAG4/pV8DK3H5dhY/S220/guwanteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m62PUYtdwIk/SiRJDcEagSI/AAAAAAAAAA8/X_yn_EcLkfc/s72-c/Image64.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
